Twitter
LinkedIn
RSS
Facebook

Bagaimana cara saya menghadapi kegagalan

About

I am a full Time Internet Marketer. I do enjoy all the money making online activities. I am interested in Neuro Linguistic Programming and Gardening in my spare time. Follow me on Twitter - @mramru

Kebanyakan orang melihat kegagalan sebagai kesalahan yang luar biasa. Tidak demikian. Mengapa Anda terobsesi menghadapi kegagalan? Jika Anda memiliki ketakutan terhadap kegagalan, sejumlah kata-kata penyemangat tidak akan cukup menyuntikkan keberanian. Selama beberapa tahun belakangan ini, saya mendapatkan sejumlah pemahaman mengenai ketakukan terhadap kegagalan.

Jika Anda sudah memberikan usaha terbaik Anda dan masih tetap gagal, apakah itu berarti Anda masih kurang bagus? Jika memang demikian, lalu apa yang terjadi? Anda berhenti mengambil resiko, atau ketika Anda berani melakukannya, Anda tidak memberikan usaha terbaik Anda. Dengan demikian, ketika sebuah usaha mengalami kegagalan, Anda memiliki alasan untuk menjelaskan mengapa bisnis tersebut gagal, mungkin bisa karena kekurangan waktu, kukurangan usaha, dan sebagainya. Alasannya bukan pada diri Anda.

Cara menghadapi kegagalanPemikiran semacam ini akan menghancurkan usaha Anda. Ketika Anda memulai bisnis baru, Anda tidak akan kehilangan sesuatu, tetapi justru akan memperoleh banyak hal. Apa yang terjadi jika Anda memulai sebuah usaha dan ternyata gagal? Mungkin Anda sudah pernah memulai sebuah usaha dan ternyata gagal. Tak jadi masalah, karena terkadang strategi Anda pun bisa meleset.

Anda masih bisa terus mencoba, mencoba, dan mencoba lagi. Jangan salah sangka. Saya membenci kekalahan dan kegagalan. Kita memiliki begitu banyak kesempatan untuk memulai sebanyak mungkin bisnis yang kita inginkan. Sebuah kegagalan tidak akan menghakhiri permainan kita.

Tanpa menilai keseluruhan kesuksesan bisnis Anda, Anda bisa mencapai sejumlah kesuksesan jika Anda melakukan kiat-kiat berikut ini :

  • Belajar. Anda harus memperlakukan bisnis sebagai sebuah pembelajaran. Salah satu kutipan favorit saya, “Ada kalanya kau meraih kemenangan dan ada kalanya kau akan belajar.” Memulai sebuah bisnis baru sama seperti mengikuti kursus kilat MBA. Orang-orang membayar puluhan juta dan menghabiskan beberapa tahun di bangku kuliah untuk meraih gelar kesarjanaan mereka, tetapi Anda berkesempatan untuk mempelajari hal-hal tersebut langsung di dunia nyata. Anda harus memperlakukan dunia dan bisnis Anda sebagai sebuah pembelajaran. Anda harus membuka diri untuk belajar dan berkembang. Apapun yang terjadi dengan bisnis ini, Anda bisa menggunakan hal-hal yang telah Anda pelajari tersebut dengan mengaplikasikannya ke dalam bisnis baru yang akan Anda lakukan sepanjang hidup Anda.
  • Jaringan. Setiap bisnis yang Anda mulai akan mengarahkan Anda kepada orang-orang baru. Jangan bersikap tak acuh terhadap relasi yang Anda bentuk. Bersikaplah proaktif. Setiap orang yang Anda temui berkesempatan untuk mengajarkan sesuatu pada Anda. Belajarlah dari kesuksesan dan kegagalan mereka. Semua orang yang Anda temui berkesempatan untuk mengenalkan Anda pada orang lain yang mungkin bisa membantu Anda, mungkin bukan sekarang dan mungkin bukan dalam bisnis yang sedang Anda geluti saat ini, tetapi mungkin setahun yang akan datang dalam sebuah bisnis yang benar-benar baru. Jagalah hubungan baik dengan mereka.
  • Jangan akhiri hubungan Anda. Apapun yang Anda lakukan, perlakukan sesama Anda dengan hormat. Jangan berbohong atau mengambil keuntungan dari mereka. Ada kalanya sebuah kesepakatan tidak berjalan sesuai keinginan, tetapi hubungan yang Anda seharusnya tidak demikian. Lindungi reputasi Anda. Kita hidup di dunia yang kecil dan menjadi lebih kecil. Hubungan yang buruk mungkin bisa kembali menghantui Anda. Jadi bersikaplah terhormat dan profesional.

BACA TULISAN MENARIK LAINNYA :

Komentar:


Beri Komentar

[+] kaskus emoticons nartzco