Twitter
LinkedIn
RSS
Facebook

Kunci Penipu dan Potensi Pendapatan

About

I am a full Time Internet Marketer. I do enjoy all the money making online activities. I am interested in Neuro Linguistic Programming and Gardening in my spare time. Follow me on Twitter - @mramru

Penipuan memang kerap sekali terjadi di dunia jual-beli online. Banyak metode atau cara yang dilakukan penipu dalam melakukan aksinya, misalnya harga miring. Tetapi sadarkah anda, sekarang ada hal lain yang kunci utama yang diincar oleh penipu sebelum melakukan aksinya? Beberapa waktu lalu saya banyak membaca banyak artikel mengenai kasus penipuan, di dunia transaksi online, khususnya e-currency. Sebagian besar pengakuan korban yang tertipu adalah “tidak sadar sudah tertipu”. Pengakuan tersebut membuat saya berpikir, bagaimana penipu bisa membuat para korbannya menjadi “tidak sadar”. Salah satu keadaan yang bisa membuat seseorang “tidak sadar” adalah sebuah “kebiasaan”. Contoh secara singkat dalam hal jual beli adalah sebuah pelanggan yang terbiasa berbelanja sesuatu secara terus menerus.

Secara psikologis, jika ada seorang pembeli yang bertransaksi rutin dan menghasilkan profit, seorang penjual pasti akan mengenal pembeli tersebut. Dari “kenal” ini, lama-kelamaan bisa menganggap pembeli tersebut layaknya “teman”, apalagi teman yang menghasilkan profit. Pelanggan yang terus menghasilkan profit sudah tentu sangat disukai oleh penjual, bukan? Bahkan tidak jarang penjual yang memberi layanan lebih untuk menjaga pembelinya tidak “ke lain lapak”. Hal ini yang digunakan penipu dalam jual beli online.

Biasanya penipu membeli sesuatu dari penjual online secara simultan sehingga bisa dikatakan menjadi pelanggan tetap. Korban yang kebanyakan adalah penjual, karena “ketidaksadaran” yang muncul karena “kebiasaan”. Dengan bermodal kata kunci tadi (“tidak sadar” dan “kebiasaan” penipu sudah bisa memulai melakukan aksinya.

Saya gunakan dunia e-currency sebagai contoh bidang yang memiliki “potensi besar”, karena tidak bisa dipungkiri, perputaran dana yang terjadi di dunia e-currency saat ini sudah tidak bisa dipandang sebelah mata. Perputaran dana yang terjadi di dunia e-currency tidak lagi bisa dikatakan “hanya sedikit”. Perputaran dana yang bernilai besar tentunya juga menjanjikan “potensi pendapatan yang besar” bagi seorang penipu.

Kunci Penipu eCurrencySekarang, saya memposisikan diri sebagai penipu. Saya akan memulai aksi saya dengan modal 50 Juta rupiah. Di awal aksi, saya akan mencari penjual e-currency terpercaya dan membelanjakan sejumlah dana, katakanlah 30 juta rupiah dengan metode direct payment, dimana saya akan terlebih dahulu mengirimkan pembayaran baru kemudian penjual mengirimkan ke rekening e-currency saya. Kemudian saya akan menjadi re-seller dan menjual secara eceran ke pembeli-pembeli kecil dengan metode direct payment (walau dengan resiko loss-jual rugi tetapi dengan pelayanan yang cepat).

Ingat yang saya incar sebagai penipu adalah kepercayaan, baik dari penjual maupun pembeli. Keesokan harinya, saya akan melakukan hal serupa yaitu membeli dari penjual yang sama, tetapi dengan nominal yang berbeda (bisa lebih kecil atau lebih besar) dan menjual ke pembeli kecil. Saya akan melakukan kira-kira selama seminggu atau lebih. Penjual mana yang tidak senang jika bisa memiliki langganan tetap dan dagangannya selalu laku? Serta pembeli mana yang tidak senang jika menemukan ada yang menjual dengan harga sedikit lebih murah dari toko lain dengan pelayanan yang memuaskan?


BACA TULISAN MENARIK LAINNYA :

Komentar:


Beri Komentar

[+] kaskus emoticons nartzco