Twitter
LinkedIn
RSS
Facebook

Mana yg lebih bagus Antara Following 0 dengan Following sama dengan Followers

About

I am a full Time Internet Marketer. I do enjoy all the money making online activities. I am interested in Neuro Linguistic Programming and Gardening in my spare time. Follow me on Twitter - @mramru

Banyak demam artis di Indonesia, sayangnya banyak juga yang tidak paham akan bagaimana memandang akun twitter yang benar. Banyak juga yang akhirnya merasa mudah tertipu, dengan akun twitter artis dan ternyata akun twitter itu fake/palsu. Lalu untuk akun twitter bisnis yang mana yang lebih baik?

Sumber pembahasan saya sebenarnya banyak, tapi karena banyak nanti pembenarannya bisa dicari di google ya, setidaknya ada beberapa teori mengenai jumlah following pada sebuah akun twitter. Mari langsung saja kita bahas.

Following 0 itu pasti lebih baik

Benarkah demikian? Nyatanya tidak. Banyak orang yang berpikir, memiliki akun twitter artis atau akun artis palsu bisa membuat keuntungan yang lebih baik dan banyak. Padahal itu sama saja kita mencatut nama orang lain untuk kepentingan diri kita sendiri. Salah kan? Anda mau nama anda digunakan untuk bisnis orang lain tanpa sepengatahuan anda? Lalu ada juga akun bukan artis seperti akun bisnis dan akun publik juga yang mengusung following harus 0. Ini benar?

Benar salah yang diatas itu kembali pada diri anda sendiri. Alasan yang menggunakan teori ini antara lain :

  1. Following 0 mudahnya terjadi retweet (RT). Ada benarnya ada tidaknya. Jika suatu akun twitter itu followers-nya banyak tapi tanpa following, bisa jadi isinya bot, kalaupun bukan, itu terbatas pada akun publik saja, semisal akun motivasi, nasehat, galau, humor, sarkas, dan lain-lain.
  2. Following 0 menandakan akun itu layak diikuti. Ada benar ada tidaknya juga. Benar karena bisa jadi itu akun publik diatas. Benar bisa jadi akun itu memang milik seorang artis.
  3. Following 0 menandakan bahwa akun itu bernilai tinggi. Alasan ini yang banyak digunakan untuk jual beli akun twitter.
  4. Following 0 menandakan bahwa akun itu bisa dijadikan ladang bisnis apapun. Alasan itu digunakan karena menganggap followers sudah menjadi fans sejati sehingga apapun yang dijual di akun tersebut pastilah recommended untuk dibeli.
  5. Following 0 bisa diganti namanya dan disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, akun twitter A diganti namanya dengan B karena punya following 0 dan followers yang banyak. Dengan harapan followers tidak ada yang tahu telah adanya jual beli akun twitter.
  6. Following 0 bisa digunakan sebagai sarana keuntungan lainnya. Misalnya generated traffic, penghasil uang dengan progam sejenis adf(dot)ly dan lainnya. Dirasa sekali melakukan promosi, akan banyak followers yang melakukan apa yang diiklankan.

Alasan itulah yang paling sering digunakan, namun menurun Hermawan Kartajaya, bahwa sistem marketing ini sama saja sistem marketing vertikal, seperti iklan di TV, padahal twitter adalah sosial media, media dua arah, sedangkan TV adalah media satu arah. Inilah yang menyebabkan kita banyak yang salah menggunakan akun twitter, termasuk saya.

Following itu pasti lebih baik jika jumlahnya sebanding dengan followers.

Jika anda sadar, bahwa banyak bisnis UKM di luar negeri menerapkan sistem teori kedua ini karena dirasa memang lebih realistis dan kredibel. Apa alasannya? Yuk, kita jabarkan.

  1. Following sebanding dengan followers, berarti akun tersebut ingin terus terkoneksi dengan followersnya, ingin bisa mengobrol lebih banyak, care lebih banyak, tahu lebih banyak, dan menimbulkan rasa “friendship” atau pertemanan antara akun tersebut dengan followersnya.
  2. Dirasa lebih realistis, karena lebih memilih memiliki akun berfollowers sebanding dengan following untuk memudahkan melakukan penjualan berulang atau repeat order.
  3. Dirasa mampu mengetahui kebutuhan followers, sehingga memunculkan ide bisnis baru untuk disajikan kepada followers.
  4. Dirasa bukan artis. Ya untuk itu tidak perlu following sampai 0 dan followersnya banyak.
  5. Mempertegas branding. Walau ini dirasa tidak sepenuhnya benar, karena following 0 pun bisa dikatakan branding. Tapi banyak indikatornya.
  6. Akun bukan untuk dijual belikan, layaknya akun personal, akun bisnis bisa menggunakan ini.
  7. Akun memiliki respect. Jika anda sadar bahwa akun twitter perusahaan yang memfollow konsumennya dirasa konsumennya dihargai oleh perusahaan, sehingga terjadinya jalinan dan obrolan yang kuat. Kalau hermawan kartajaya bilang, konsumen bukan sasaran target, tapi teman untuk dibantu dicarikan solusi, kira-kira begitu.

Jadi itu pengalaman saya sendiri, silahkan pilih sistem marketing di twitter sesuai dengan keinginan anda. Karena tetap semuanya bisa menghasilkan penjualan. Tapi mana yang lebih baik tentu anda harus mencobanya sendiri.

Follow twitter saya ya : @mramru

Sumber : (bed_boy) – http://www.ads-id.com/forums/showthread.php/145854-Bagusan-Mana-Antara-Following-0-dengan-Following-Followers


BACA TULISAN MENARIK LAINNYA :

Komentar:


Beri Komentar

[+] kaskus emoticons nartzco