Twitter
LinkedIn
RSS
Facebook

Memahami Pelanggan dengan Ethnography dan Netnografi Marketing

About

I am a full Time Internet Marketer. I do enjoy all the money making online activities. I am interested in Neuro Linguistic Programming and Gardening in my spare time. Follow me on Twitter - @mramru

Ada satu ungkapan dari CEO Worldwide Saatchi & Saatchi, Kevin Roberts, “If you want to understand how a lion hunts, don’t go to the zoo. Go to the jungle.” Upaya memahami pelanggan semakin sulit, dan pada akhirnya membuat program marketing Anda bisa gagal. Jadi, bagaimana cara untuk bisa lebih memahami pelanggan ini? Sebagai marketer, Anda harus bisa mengamati pelanggan, bagaimana mereka hidup dan bekerja pada kondisi alaminya (natural setting). Dari sinilah Anda bisa mendapatkan the real insight dari pelanggan Anda.

Studi yang digunakan untuk mendapatkan insight pelanggan seperti ini dikenal dengan nama Ethnography (etnografi) Marketing (EM). EM sebenarnya berakar dari disiplin antropologi untuk memahami bagaimana orang membeli, menggunakan, atau merelasikan dirinya dengan sebuah produk.

Ethnography merupakan teknik riset kualitatif dengan metode kontemporer. Profesi ini memang releatif cukup baru di Indonesia yang disebut dengan Ethnographer. Dibandingkan metode riset biasa seperti wawancara atau focus group discussion (FGD), customer insight seperti lewat EM cakupannya lebih sempit, namun lebih dalam dan lebih bersifat terbuka (open-ended). Banyak hal yang bisa dieksplorasi lebih lanjut.

Lokasi risetnya juga bukan di satu tempat tertentu seperti di laboratorium atau ruang FGD misalnya. Namun, dilakukan di tempat yang sebenarnya, tempat sehari-hari orang tersebut beraktifitas. Bisa di rumah, kantor, toko, ruang publik, restoran, event-event seperti saat konser musik, atau lomba balap mobil, atau di tempat-tempat lain.

Lewat cara seperti ini Anda akan lebih memahami soal kepuasan, ketidakpuasan, atau keterbatasan pelanggan dibanding pendekatan riset lainnya. Karena itu marketers harus semakin bisa “menyelam” (immerse) dengan pelanggan. Dengan demikian marketers akan lebih mampu menemukan latent needs dari pelanggan dan pada akhirnya dapat membuat produk yang benar-benar bis diterima oleh pelanggan.Nah, di dunia Internet, praktik ethnography disebut sebagai netnography.

Netnography adalah studi etnografi yang dikerjakan secara online. Observasi bisa dilakukan dalam diskusi-diskusi di mailing list atau forum online yang diikuti dengan eksplorasi secara lebih mendalam melalui online chatting dengan responden.

Netnografi adalah survei kualitatif, bukan kuantitatif. Metodologi utamanya adalah :

  1. Pilih sample untuk segmen pasar yang dibidik.
  2. Ajak sample untuk melihat langsung situs web yang akan dianlisa.
  3. Biarkan segmen jalan-jalan semaunya di situs web tersebut.
  4. Ajak ngobrol, bimbing, dan sejenisnya.
  5. Catat baik-baik pengamatan kita.
  6. Analisa hasil amatan terhadap sekelompok segmen pasar.

Netnography bisa jadi sangat penting untuk memastikan, kalau apa yang Anda buat di situs itu benar-benar selaras dengan apa yang diharapkan oleh pengunjung situs. Kelihatannya gampang. Yang jelas, yang bisa melakukan survei semacam ini hanya mereka yang biasa melakukan survei kualitatif, yang pintar menggali kebutuhan user dan menganalisa hasil. Sepertinya kita harus tambah referensi lagi ini. Jangan lupa terus action, jangan (kelamaan) riset melulu :)


BACA TULISAN MENARIK LAINNYA :

Komentar:


4 Komentar di “Memahami Pelanggan dengan Ethnography dan Netnografi Marketing”

  1. Artta says:

    Wah keren nih. Istilah dan pengalaman baru buat saya. Makasih . . .

  2. mh says:

    blog keren, banyak iklan nya kayak blog luar negeri, tapi kayaknya gak laku kalo di indonesia hehehe..
    sayang banget alexa nya masih di atas 1,5 juta.
    harus kejar dong spy di atas 100.000 kayak blog saya

    • Amru Sahmono says:

      hehe, iya nih mas, baru satu bulan yang lalu pindah dari blogcepot, dah lama vakum di blog pribadi, keasikan ngerjain yang lain :malu
      thanks mas hengky, nanti ane kejar deh :)

Beri Komentar

[+] kaskus emoticons nartzco