Twitter
LinkedIn
RSS
Facebook

Strategi membangun kredibilitas dengan Positioning

About

I am a full Time Internet Marketer. I do enjoy all the money making online activities. I am interested in Neuro Linguistic Programming and Gardening in my spare time. Follow me on Twitter - @mramru

Pertama mari kita perjelas dulu apa itu positioning. Masih banyak orang yang keliru tentang positioning dengan mengira kalau bicara tentang positioning berarti bicara soal ada di posisi berapa produk Anda di pasar.

Bukan itu definisinya bro. Positioning adalah apa yang Anda inginkan ada dalam benak konsumen ketika mereka (pelanggan) mendengar brand Anda atau Anda sendiri sebagai brand. Positioning berkaitan dengan persepsi. Persepsi ni harus bisa unik sehingga pelanggan Anda bisa langsung membedakan antara brand Anda dengan brand pesaing.

Lebih jauh, positioning ini sebenarnya merupakan strategi untuk membangun kredibilitas di mata pelanggan. Kalau sudah memiliki kredibilitas, pelanggan akan lebih mudah mengikuti dan membeli apa-apa yang Anda tawarkan. Dengan adanya kredibilitas, pelanggan bisa merasakan “kehadiran” brand Anda dalam mereka mereka.

Positioning adalah tentang mendefinisikan identitas dan kepribadian brand ke dalam benak pelanggan. Hal ini karena saya dan Anda sudah ada dalam Era of Choices. Pelanggan sudah banyak pilihan. Karena itu perusahaan tidak dapat lagi memaksa pelanggan untuk membeli produk mereka, perusahaan tidak dapat lagi mengelola pelanggan.

Dalam era sekarang ini, Anda harus memiliki kredibilitas dalam benak pelanggan. Karena pelanggan tidak dapat dikelola, mereka harus dipimpin. Agar sukses memimpin pelanggan, perusahaan harus memiliki kredibilitas.

Jadi positioning bukan hanya membujuk dan menciptakan citra dalam benak pelanggan. Positioning adalah tentang mendapatkan kepercayaan pelanggan. Positioning adalah tentang pencarian kepercayaan, tentang menciptakan suatu “being” dalam benak pelanggan dan memimpin mereka secara kredibel.

Yang harus dilakukan bukanlah melakukan Positioning lagi tetapi CLARIFYING. Jadi bukan lagi melakukan positioning brand Anda atau diri Anda sendiri sebagai brand pada target market, namun melakukan clarifying pada Confirmed Community.

Clarifying berarti memperjelas sesuatu. Dengan melakukan klarifikasi, berarti Anda memperjelas persona atau karakter Anda kepada komunitas yang sudah Anda confirm sebelumnya. Dalam clarifying, Anda harus bisa menjawab siapa diri Anda sebenarnya : “What is your Color“. Hal ini perlu dilakukan karena persepsi atau positioning tentang diri Anda bisa terbentuk dari beragam pihak, dari Anda, perusahaan Anda, media massa (termasuk blog, forum diskusi online, mailing list), dan bahkan pesaing Anda.

Positioning yang ada dalam benak konsumen bisa berubah sepanjang perjalanan waktu karena adanya pengaruh dari berbagai pihak tadi, baik disengaja maupun tidak. Karena itu, bisa-bisa pelanggan punya persepsi yang kabur atau jelas terhadap Anda. Sebagai contoh, coba Anda ketik di google dengan kata kunci “penipu online“, maka dapat Anda lihat bagaimana persepsi orang tentang nama-nama atau situs yang tercantum di daftar tersebut.

Dengan melakukan clarifying, Anda memperjelas makna karakter Anda kepada suatu komunitas. Setelah itu, klarifikasi ini akan berjalan di antara para anggota komunitas itu dengan sendirinya tanpa perlu melibatkan Anda lagi.

Sebagai penutup artikel ini, sudah saatnya bukan lagi masanya Positioning yang bersifat vertikal, dan (Internet) Marketer harus bisa melakukan clarifying yang sifatnya horisontal.


BACA TULISAN MENARIK LAINNYA :

Komentar:


3 Komentar di “Strategi membangun kredibilitas dengan Positioning”

  1. Syba says:

    Hal yang saya sering gunakan adalah bahwa apapun yang akan kita berikan pada konsumen sebagai pelanggan kita adalah bukan sekedar kita hanya bisa membuat sesuatu hal tersebut tapi juga harus mempunyai nilai jual. Kalau sudah memiliki nilai jual positioning itu akan ikut saja.

    Kalu bicara brand, ingat produk yang branded belum tentu kualitas wahid tapi begitu juga kualitas wahid belum tentu branded. Dari logika tersebut harusnya untuk mendapatkan positioning yang bagus itu produk harus berkulaitas dan punya brand yang unggul tapi harus menjual, punya nilai lebih (value)

  2. Putri says:

    Sederhananya (mungkin) bagaimana menanamkan dibenak konsumen akan suatu produk … nama kita berada di daftar pencariannya paling atas di benaknya.
    Itu tidak terjadi dengan begitu saja … ada proses yang panjang dan proses maintenance konsumen secara baik dan benar …
    Salam kenal Sob … Suka

  3. gan, saya mau tanya…

    Pelanggan emang ga bisa dikelola, tapi dipimpin itu bagaimana maksudnya?

    kalo penjabaran anda sendiri sudah jelas banget yah, tapi mencitrakan diri suatu prusahaan itu ga murah lho gan…
    Semakin sering brand muncul (dalam promosi), berarti semakin kuat positioning di benak pelanggan. So, Kiat efektif dan efisiennya sperti apa bro?

    :)

Beri Komentar

[+] kaskus emoticons nartzco