Twitter
LinkedIn
RSS
Facebook

Walau Anda Bukan Selebriti Miliki Nilai Personal Branding atau i-Brand

About

I am a full Time Internet Marketer. I do enjoy all the money making online activities. I am interested in Neuro Linguistic Programming and Gardening in my spare time. Follow me on Twitter - @mramru

Nilai personal brand semakin penting. Bukan hanya selebriti yang perlu dikelola dengan baik dan terstruktur personal brand-nya. Karyawan dan kaum profesional juga perlu meningkatkan citra dirinya, yang disebut I- Brand. Ibarat sebuah merek produk, diri Anda sendiri juga adalah sebuah merek yang harus dijaga reputasinya. Bila reputasi sudah bagus dan terpercaya, seseorang kemudian bisa merencanakan beberapa pengembangan diri agar cita-cita hidup yang belum tercapai bisa segera diraih. Bahwa sama halnya dengan sebuah merek, pencitraan diri seseorang itu mahal sekali.

Untuk Konsep I-Brand, sebenarnya itu agak dibedakan dengan Personal Branding biasa. Hanya supaya tidak rancu. Personal branding lebih untuk tokoh, public figure dan selebriti sedangkan untuk I-Brand adalah untuk orang-orang biasa, sehari-hari yang ingin lebih bermakna di mata stakeholders, yakni teman sekerja atau atasan, bahkan di mata para head-hunter agar tujuan yang hendak diraih dalam peningkatan karier bisa tercapai.

“Personal branding is not about building a special image for the outside world,  it is about understanding what is truly unique about you – your strengths, skills, values and passions – and using that to differentiate yourself.”

Setiap individu adalah CEO bagi dirinya. I-Brand seiring dengan personal branding. Dalam I-Brand tokoh utama yang di-branding adalah diri seseorang. Perbedaannya, jika branding untuk personal pada umumnya dilakukan dalam rangka menjadikannya seorang figur publik atau ahli/tokoh tertentu. Dimensi I-Brand lebih terbebas dari tujuan ingin populer saja.

Anda perlu menjadikan diri sendiri lebih baik lagi sebagai seorang karyawan, profesional, atau pekerja mandiri yang bernilai lebih di lingkungan mana pun Anda berada. Dan, tidak hanya perlu dijaga, citra diri juga perlu ditingkatkan terus-menenerus.

Banyak orang bekerja tanpa tahu persis muaranya, mengalir begitu saja, menikmati apa yang ada di hadapan mata. Padahal, untuk meraih posisi yang diinginkan, selain kerja keras orang juga perlu merencanakan dan mengatur strategi, mengemas diri dan melakukan branding dengan baik.

Ini yang disebut dengan I-Branding. Mengelola I-Brand tidak bisa sambil jalan atau sekadarnya, perlu perencanaan strategi yang baik serta pelaksanan yang disiplin.  Membangun reputasi adalah proses panjang, namun akan cepat jatuh bila tidak dirawat dengan hati-hati. Membangun reputasi tidak dapat dilakukan hanya terbatas pada janji namun harus diwujudkankan dalam realisasi secara konsisten.

I-Brand mengajak seseorang memikirkan goal yang hendak diraih, apapun bentuknya. I-Branding lebih berorientasi pada diri sendiri, mewujudkan mimpi-mimpi pribadi yang berkaitan dengan pekerjaan. Tidak harus menjadi seorang Selebriti atau figur publik untuk mempunyai sebuah I-Brand yang solid.

Secara garis besar, kelima komponen tersebut tergambar dalam pertanyaan yang harus Anda jawab antara lain :

  1. Unique : Apakah Anda mempunyai keunikan atau differensiasi yang bernilai di mata target audience?
  2. Relevant : Ada berapa orang lagi selain Anda yang bisa memberikan kontribusi yang sama nilainya?
  3. Credible : Dalam melaksanakan tugas, apakah Anda selalu siap untuk memberikan yang terbaik?
  4. Esteem : Apakah Anda adalah pribadi yang dapat diandalkan dan dipercaya?
  5. Knowledge : Seberapa tinggi pengetahuan yang Anda miliki tentang apa yang sedang Anda geluti, mengertikah terhadap apa yang terjadi di tingkat konsumen, di tingkat perusahaan dan industrinya?

Eksplorasi apa yang menjadi kompetensi inti Anda, tingkatkan terus pengetahuan, dan selamat membangun dan mengembangkan I-Brand.


BACA TULISAN MENARIK LAINNYA :

Komentar:


7 Komentar di “Walau Anda Bukan Selebriti Miliki Nilai Personal Branding atau i-Brand”

  1. salam kenal mas..

    saya juga sedang bangun personal branding nih mas hehehe cocok banget dengan artikel ini.. makasih ya mas infonya..

    saya setuju dengan poin terakhir.. sebelum membangun brand kita harus sudah mempelajari apa yang akan kita geluti dan bukan berarti saya tidak setuju dengan poin lainnya hehehe saya juga setuju kok :toast

  2. Haeruna says:

    belum kepikiran ke arah sana mas

  3. [...] apa yang Anda inginkan ada dalam benak konsumen ketika mereka (pelanggan) mendengar brand Anda atau Anda sendiri sebagai brand. Positioning berkaitan dengan persepsi. Persepsi ni harus bisa unik sehingga pelanggan Anda bisa [...]

  4. Terimakasih Pak…Artikel yang sangat memotivasi..

  5. d-ekatnadi says:

    wuih .. sip sip .. plannya gitu pak, sama lagi ngasah motivasi neh .. good luck pak :beer: :thumbup

  6. prima says:

    Bagus mas artikelnya.thanks atas sharingnya. Singkatan I-Brand apa ya? Atau artinya I(saya) ?

  7. dwiarko says:

    sedikit revisi, sebenarnya personal branding dengan i-brand tidak ada bedanya, hanya saja itu permainan istilah yang digunakan mbak maulana, guna menghadapi persepsi yang sudah terlanjur keliru dimasyarakat.
    Tetapi berdasarkan teori peter montoya dan arrunda, kedua hal itu sama saja.
    Thanks

Beri Komentar

[+] kaskus emoticons nartzco